Tuesday, April 20, 2021

Tentang Rasa Memiliki

Bertanya pada wanita ini. Apa yang sedang ia rasakan. Enggan berucap, enggan mengatakan, tapi kunyatakan dengan setiap tindakan. 

Mengapa terus berbisik, ingin jauh kuberlari saja, tapi jiwa tak selaras. Selip demi selip kata kusampaikan untuk beralasan. Menyampaikan bahwa bukan itu yang kurasakan.

Wanita ini begitu pencemburu. Semua yang peduli ia mudah tertarik menuju khayalan palsu. Padahal jauh. Ia perlu segenap disadarkan untuk tak terus berjalan ke tempat yang ia tak bisa dituju. 

Wanita ini begitu pencemburu. Pada yang peduli ia mudah tertipu menuju khayalan palsu. Padahal jauh. 



-publikasi untuk yang dituliskan pada 05/01/2021.

Thursday, February 25, 2021

Sedang Tidak Nyaman

Lagi, menyadari aku hanya datang saat semua nya tidak baik-baik saja.

Aku hanya ingin menjadi aku. Aku bukan superhuman yang bisa mewujudkan setiap ekspektasi manusia. Maka dari itu, aku egois. Aku lebih memilih untuk mengerti diriku sendiri daripada mengerti diri mereka yang tidak tahu dimana ujung kepuasannya. 

Apa yang salah kulakukan? Hanya berusaha menjalankan semua kewajibanku, menyesuaikan diri dengan segala tekanan.

Tuesday, June 16, 2020

16.06.20

Sendiri bisa membahagiakan, tapi bahagia tidak bisa sendiri.

Maksudku, bisa sendiri karena tidak ada yang mendatangi ataupun mengajak pergi. Maksudku, mereka berperan dalam kesendirianmu, mereka membuatmu bahagia. 

Tapi, setelah menjalani beberapa tahun kehidupan di bumi ini, aku sadar bahwa sebenarnya aku tidak suka kesendirian. Belakangan ini, aku sangat benci kesendirian. Tapi bagaimana bisa aku begitu plin-plan, karena aku benci bersama orang yang salah.

Monday, June 8, 2020

It's Twenie Twenie!

Assalamu'alaikum! Halo-hai!

Apa kabar reader? Its been a long day, huh? Kenapa aku jarang banget manggung sekarang? Karena mungkin aku berusaha melupakanmu. But, I think its not a good idea since this morning I got some energies to make a better live.

Monday, May 20, 2019

Kisah Romantis

Malam itu, entah kenapa aku merasa sedih. Gelisah. Sayangnya, bukan kepada Yang Maha Tahu aku mengadu. Kucari gambar dengan kalimat-kalimat petikan di google yang mungkin bisa mewakili sedikit perasaanku untuk kuutarakan di status whatsapp.


Ku-upload pada pukul 01.09 WIB. Kuharap sekarang aku bisa tidur dengan lebih tenang, berharap bisa terbangun untuk sahur.

Syukurlah, aku masih bisa terbangun, masih bisa melakukan aktivitas yang kupertahankan. Tak lupa, mengecek smartphone. Ada obrolan masuk yang membalas statusku di atas. Mungkin tepatnya bukan balasan, tetapi suruhan. Menyuruhku untuk tidur. Oke, terima kasih, tapi tak perlu sia-siakan tenagamu untuk hal yang tidak benar-benar kau pedulikan.


Friday, May 17, 2019

17.5.19

Pagi ini, aku berangkat ke kantor lebih akhir. Tentu saja aku berjalan seperti sedang diburu. Hingga akhirnya aku sampai di kantor, namun ada yang terus mengusik pikiranku.

Sebelumnya, di jalan menuju tempat pemberhentian bus, ada seorang perempuan dan seorang laki-laki, kuperkirakan mereka adalah ibu dan anak. Dari jauh, aku sempat sekilas bertatap mata dengan sang ibu, menggunakan kerudung merah yang lebihnya dijadikan masker, atau mungkin cadar. Seorang laki-laki bersender di pundaknya.

Saat aku berjalan di depannya, ibu itu sepertinya memanggilku, "Dek.. Dek..". Namun, aku terus berjalan, aku tidak yakin kenapa aku tak menoleh. Satu sisi aku berpikir, bukan aku yang dipanggil olehnya. Di sisi lain, aku berprasangka buruk padanya.

Aku cuku merasa bersalah, tapi aku berat untuk mengakui penyesalan. Di sini bukanlah tempat untuk bisa membantu siapa saja, begitulah yang aku tau.

Saat ini, aku hanya bisa memohon ampunan Sang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Jika perempuan dan laki-laki itu benar membutuhkan bantuan, semoga mereka segera mendapatkannya. Dan semoga siapapun yang tergerak untuk menolong mereka, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Maaf, tapi itu bukan aku. Aku belum cukup yakin.